Dirimu seperti bidadari
yang turun dari langit
melayang dengan sayapmu
terbang menembus awan
matamu bagaikan sepasang
mata elang yang menatap
tajam dan menusuk jantungku
Kau lah bidadari yang menyelamatkan
kau percikan cinta saat ku terjatuh
kau bagai mentari yang berikan terang
di saat ku mulai lemah tak berdaya
Kau nyanyikan nada
yang terangkai indah menjadi lagu
engkau tambah syair puisi
kau biarkan aku menari diatas pelangi oowooo
Kau lah bidadari yang menyelamatkan
kau percikan cinta saat ku terjatuh
kau bagai mentari yang berikan terang
di saat ku mulai lemah tak berdaya
Yang menyelamatkan
kau percikan cinta saat kuterjatuh
kau bagai mentari yang berikan terang
desir pasir di padang tandus
segersang pemikiran hati
terkisah ku di antara cinta yang rumit
bila keyakinanku datang
kasih bukan sekadar cinta
pengorbanan cinta yang agung
ku pertaruhkan
reff:
maafkan bila ku tak sempurna
cinta ini tak mungkin ku cegah
ayat-ayat cinta bercerita
cintaku padamu
bila bahagia mulai menyentuh
seakan ku bisa hidup lebih lama
namun harus ku tinggalkan cinta
ketika ku bersujud
bila keyakinanku datang
kasih bukan sekedar cinta
pengorbanan cinta yang agung
ku pertaruhkan
ku pernah punya cinta namun kini ku sedang suka kamu
cintaku dulu tlah kubuang jauh kini ku ingin kamu
ku pernah menyendiri di sini ku akan terasa sepi
walaupun bibir penuh gelak tawa namun hatiku sepi
jangan bilang tidak bila kita belum mencoba
siapa yang tahu akan sama hatimu dan juga hatiku
banyak yang bercinta bertahun-tahun putus juga
kuharapkan dengan dirimu walaupun singkat pendekatan
cinta kita kan abadi
ku pernah punya cinta namun kini ku sedang suka kamu
cintaku dulu tlah kubuang jauh kini ku ingin kamu
jangan bilang tidak bila kita belum mencoba
siapa yang tahu akan sama hatimu dan juga hatiku
banyak yang bercinta bertahun-tahun putus juga
kuharapkan dengan dirimu walaupun singkat pendekatan
jangan bilang tidak waktu dicium aku bingung
namun dada ini bergetar
makanya sungguh aku mohon
jangan bilang tidak
kulihat embun menghalangi pancaran wajahmu
tak terbiasa kudapati terdiam mendura
apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
sekilas kalau mata ingin berbagi ceritakudatang sahabat bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa …
dekapkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil ‘tuk memandu
tak hilang arah kita berjalan
… menghadapinya …
sekali jumpa kau mengeluh kuatkah bertahan
satu persatu jalinan kawat beranjak menjauh
kudatang sahabat bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa …
dekapkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil ‘tuk membantu
tak hilang arah kita berjalan
… menghadapinya …
… music …
dekapkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil ‘tuk membantu
tak hilang arah kita berjalan
… menghadapinya …
tak hilang arah kita menjalaninya
… menghadapinya … (usah kau lara sendiri)